Monday, October 22, 2018

Pemeriksaan Hernia

Ujian, sebuah kata yang selalu meninggalkan kisah, sebelum dan sesudahnya. Salah satu ujian yang membuat anak FK deg- degan dan mengalami IBS (irritable bowel syndrome) adalah ujian keterampilan klinik. Kesehariannya, keterampilan klinik tersebut tampil dalam bentuk CSL (Clinical Skill Lab) dimana terdapat modul dengan langkah-langkah  kerja untuk satu atau dua keterampilan klinik yang nantinya akan diujiankan dalam bentuk OSCE (Objective Structured Clinical Examination).

Meski sudah mendapat pembelajaran untuk keterampilan tersebut saat CSL, tetap saja sebelum ujian ada saja kesulitan untuk mengingat detail apa yang terdapat pada modul. Seringkali teman-teman membentuk kelompok untuk belajar bersama. Ada yang menjadi pasien dan dokter. Belajar OSCE tak akan mudah jika hanya membaca tanpa mempraktikkannya. Anamnesis pasien, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan tindakan merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam OSCE. 

Bagi teman-teman yang lupa atau kehilangan catatan CSL tentang pemeriksaan fisik hernia, disini penulis akan membagikan sedikit catatan tentang pemeriksaan fisik hernia dan bagaimana cara membedakan masing masing jenis hernia yaitu dengan pemeriksaan Thumb test, Ziemann test dan Finger test.

Dari anamnesis dapat ditanyakan gejala dan keluhan hernia. Umumnya pasien mengatakan tudun atau mengatakan adanya benjolan di selangkangan atau kemaluan. Pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah adanya benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan menghilang waktu berbaring sedangkan pada hernia strangulasi dan inkarserata maka benjolan bersifat irreponible. 

Hernia yang kecil biasanya menyebabkan penderita merasa tidak nyaman (discomfort) sering terjadi pada saat bekerja dan berdiri. Keluhan nyeri jarang dijumpai kalau ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau para umbilikal berupa nyeri viseral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk kedalam kantong hernia. Nyeri yang disertai mual atau muntah, aflatus dan tidak BAB baru timbul kalau terjadi inkarserasi karena ileus atau strangulasi karena nekrosis atau gangren dan bisa menyebabkan gejala ileus, yaitu perut kembung, muntah, dan obstipasi. Gejala dan tanda hernia berkaitan erat dengan letak dan isi hernia, sedangkan keluhan yang timbul tergantung dari jenis hernia.

a. Inspeksi
Daerah inguinalis pertama-tama diperiksa dengan inspeksi. Pasien diperiksa dalam keadaan berdiri dan diminta untuk mengejan, Pada saat pasien mengedan dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah. Pada hernia inguinalis medialis benjolan akan keluar langsung pada daerah medial, pada hernia femoralis benjolan akan keluar di daerah lipat paha di bawah ligamentum inguinalis pada fossa ovalis. Test ini disebut dengan test visible. Test ini juga dilakukan untuk membedakan dengan limfadenopati. Pada hernia yang telah terjadi inkarserata atau strangulasi maka disekitar hernia akan terlihat eritema dan edema.

b. Auskultasi
Auskultasi pada hernia ditentukan oleh isi dari hernia, jika isi dari hernia adalah usus maka akan terdengar peristaltik usus. Sedangkan jika isi hernia omentum tidak akan terdengar apa-apa.

c. Palpasi
Pada palpasi akan teraba benjolan berbatas tegas, bisa lunak atau kenyal tergantung dari isi hernia tersebut. Untuk membedakan hernia inguinalis lateralis dan medialis dapat digunakan 3 cara:

- Finger test
Finger Test
Untuk palpasi menggunakan jari telunjuk atau jari kelingking, jari masuk menyusuri kanalis inguinalis dan minta pasien untuk mengedan 
HIL : dirasakan di ujung jari
HIM : dirasakan di samping/ sisi jari

- Ziemann test
Dilakukan dengan meletakan jari II di anulus internus, jari III di anulus eksternus, jari IV di fossa ovalis, kemudian minta pasien untuk mengedan. 
Ziemann test
HIL : dorongan pada jari II
HIM : dorongan pada jari III
Hernia femoralis : dorongan pada jari IV
Pada pemeriksaan ziemann test ini konsepnya adalah menggunakan tiga jari, jadi bisa dilakukan dengan jari mana pun tetapi tetap harus paham posisi anatomisnya.

- Thumb test
Dilakukan dengan meletakan ibu jari pada anulus internus, anulus eksternus, atau fossa ovalis. kemudian minta pasien mengedan. saat pasien mengedan, rasakan dimana lokasi benjolan terasa.
Thumb test

Tulisan ini hanyalah sedikit catatan tentang pemeriksaan hernia. jangan lupa, sebelum melakukan pemeriksaan mintalah informed consent terlebih dahulu. semoga catatan yang sedikit ini dapat memberi bermanfaat dan membantu kalian yang akan menghadapai OSCE!


(DUDY, NADYA, FEBY, FAUZI, 2018)

0 komentar:

Post a Comment

 
;